Pertolongan Pertama Pada Mastitis Laktasi
Melahirkan & punya bayi (lagi) itu hal yang sangat menyenangkan sekaligus melelahkan bagi saya. Happy liat bayi unyu-unyu dan gemesin, tapi lelah ya kaaak, apalagi pake drama urusan menyusui dan per-ASI-an. Menyusui itu pokoknya saat-saat tiada tara, ya cape (karena begadang), ya seneng (karena cepet turun BB karena nyusuin), tapi meskipun gitu tetep aja galau pas saatnya nyapih anak hihihi (jadi Ibu mah ternyata banyak galaunya - eh itu mah saya aja kalik) 😆
Setelah menjadi Busui yang kedua kali selama 7 bulan, sekarang saya mau nulis tentang pengalaman yang paling menyakitkan waktu menyusui, yaitu bengkak payudara karena kepenuhan ASI atau bahasa kedokterannya mastitis laktasi.
Menurut website Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Mastitis merupakan suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Bila ASI tidak juga dikeluarkan, akan terjadi peradangan jaringan payudara yang disebut mastitis tanpa infeksi, dan bila telah terinfeksi bakteri disebut mastitis terinfeksi
Untungnya kemarin, saya mengalami mastitis tanpa infeksi karena ASI kepenuhan dan pengosongan ASI tidak maksimal, gegara waktu awal-awal lahiran Dedek terlalu banyak tidur & ngga nyusu (makanya sempet kuning parah), dan produksi ASI saya sudah banyak jadi kejadian deh kena mastitis laktasi 😅
Gejala-gejala yang saya rasakan ketika mastitis itu kayak orang sakit tapi ngga sakit gitu, antara lain:
Btw yang minat lahiran di RSIA Bunda bisa cek harga kamar dllnya di tulisan saya ini ya: Biaya Melahirkan di RSIA Bunda Menteng (Update)
Setelah dirunut ada beberapa penyebab yang membuat saya mastitis, yaitu:
Tapi nasi udah dimakan ma sambel & pete #eh 😆 akhirnya saya langsung ganti dokter anak ketika cek up dan vaksin Dedek. Alhamdulillah diajarin lagi pelekatan yang baik, gimana posisi yang enak, gimana posisi bayi, posisi tangan saya, dan posisi nyusu yang benar.
Setelah inget (lagi) cara pelekatan menyusui yang baik & benar, saya melakukan pertolongan pertama pada mastitis laktasi (berdasarkan pengalaman jaman Raya):
Para busui apakah ada yang punya pengalaman tentang mastitis laktasi juga? Pertolongan pertamanya biasanya pake apa sih? Boleh sharing ya di kolom komen, maaciy lhooo.. Cipoks!
Gejala-gejala yang saya rasakan ketika mastitis itu kayak orang sakit tapi ngga sakit gitu, antara lain:
- Demam tapi menggigil
- Nyeri atau ngilu seluruh tubuh
- ASI di payudara terasa menggumpal
- Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri
- Senggol bacok! (hahahahhaha)
Btw yang minat lahiran di RSIA Bunda bisa cek harga kamar dllnya di tulisan saya ini ya: Biaya Melahirkan di RSIA Bunda Menteng (Update)
Setelah dirunut ada beberapa penyebab yang membuat saya mastitis, yaitu:
- Puting lecet, karena puting lecet saya suka kesakitan mompa, jadi pengosongan payudara ngga sempurna.
- Frekuensi menyusui yang pendek, nah Dedek ini tipe bayi yang males-malesan nyusu dan lebih banyak tidur, jadi nyusu bentar tidur, ASI saya jadi ngga kesedot banyak, jadilah mastitis
- Malas mompa malam/subuh (karena ngantuk) jadi pengosongan payudara yang tidak sempurna
- Pelekatan bayi pada payudara yang kurang baik (INI PENYEBAB UTAMA) hahahah, masalahnya dokter anak saya diganti pas lahiran Dedek, keseeeel, dokternya cowo & ngga perhatian hiks.. Dulu dokter Raya (cewe) langsung bantuin saya gimana cara pelekatan yang betul setelah lahiran, lah ini saya jg risih dan dokter cowonya juga hare-hare wae.. Kan udah 4 tahun ngga nyurusin, ya lupa lah gimana cara pelekatan yang baik...
- Produksi ASI yang terlalu banyak, ini jugaaa, alhamdulillah lahiran ini ASI saya banyak banget, tapi ya gitu, kebanyakan jadi over produksi, padahal pelekatannya belum bener, makin-makin deh.
- Kelelahan bikin saya pengen tidur dan malas mompa hiks..
Tapi nasi udah dimakan ma sambel & pete #eh 😆 akhirnya saya langsung ganti dokter anak ketika cek up dan vaksin Dedek. Alhamdulillah diajarin lagi pelekatan yang baik, gimana posisi yang enak, gimana posisi bayi, posisi tangan saya, dan posisi nyusu yang benar.
Setelah inget (lagi) cara pelekatan menyusui yang baik & benar, saya melakukan pertolongan pertama pada mastitis laktasi (berdasarkan pengalaman jaman Raya):
- Kompres payudara dengan kol dingin. Percayalah, kol bukan hanya enak untuk disop, tapi juga berguna untuk melawan mastitis hahahaha. Caranya: Kol dikupas cuci bersih, dan dimasukian ke frezeer selama 30 menit, setelah itu langsung tuh tempelin ke PD yang lagi kenceng dan bikin deman itu. Amazingly ketika si kol melayu, PD saya pun jadi lebih enak dan ngga sebengkak sebelumnya, cobain deh
- Kompres air dingin - panas bergantian. Kalau pake kol ngga mempan, saya suka nyoba kompres PD dengan air dingin dan panas secara bergantian, rempong siiih tapi ya gimana lagi kan hihihi, biasanya ini juga mempan buat saya dan PD bisa ga sebengkak sebelumnya
- Setelah PD ngga bengkak, pijat perlahan secara memutar, jadi gunakan jempol untuk memijat dan pijat memutar sekitar PD yang bergrindil-grindil (Busui pasti tau kayak apa grindil2nya ini hahahha) karena penyumbatan ASI. Pijat terus sampai grindil-grindilnya hilang, pijatan ini dilakukan setelah PD dalam keadaan tidak terlalu bengkak ya Buu.. (setelah dikompres) karena kalau dilakukan dalam keadaan bengkak, niscaya pengen nangis sambil teriak-teriak kayak KDRT hihihihi.
- Setelah grindil-grindil hilang, pompa PD dengan mesin pemompa sampai kopong sempurna. Kalau disusui pada bayi, jangan lupa PD satu lagi dipasangin pompaan juga, jadi dua-duanya bisa kosong sempurna bersamaan & yang satu ngga netes-netes ketika menyusui.
- Kalau memang mastitisnya sudah parah, lebih baik langsung datang ke dokter dan kalau ada masalah dengan pelekatan bayi menyusui mending langsung datang ke konselor ASI atau RSIA yang menyediakan pijatan PD.
Para busui apakah ada yang punya pengalaman tentang mastitis laktasi juga? Pertolongan pertamanya biasanya pake apa sih? Boleh sharing ya di kolom komen, maaciy lhooo.. Cipoks!
| Teduhkanlah hatiku, lelahkanlah jiwaku, duhai engkau cahaya mataku... |

