Thursday, May 21, 2015

Review Buku: Sabtu Bersama Bapak

I know, udah banyak banget yang ngereview buku ini :D 

Bukan pengen ikut-ikutan, tapi saya pengen juga ngereview buku ini berdasarkan pengalaman saya sebagai seorang Ibu, Istri & orang sunda!

Sebelumnya saya ngga pernah baca buku2 Adithya Mulya ini. Tapi saya dapet info2 kalau buku Sabtu Bersama Bapak ini asoy & wajib dibaca. Sampe-sampe saya ikutan daftar acara #TUMNgopiCantik: Sabtu Bersama Adhitya Mulya, 14 Maret kemaren. Pas hari H, Abah ternyata ngga bisa ikutan (padahal saya udah daftar buat 2 orang) & Raya agak sumeng karena flu. Saya dateng ke acara itu dengan telat, dan cuman bisa ikutan liat diluar area (alias mojok) biar Raya bisa jalan-jalan & ngga terlalu rewel, hasil ikutan acara tersebut? 2 Capucino pait & 2 brownis.... Ilmunya? Ga dapet! Karena saya ngga bisa denger apa2 yg diomongin sama Adith hahaha XD. 

Balik lagi ke review buku, maap udah melenceng dari tema. Saya bikin 5 poin untuk buku ini.

Pertama, menurut saya buku ini sangat nyuda, sunda pisan euy! Hahahaha, banyak kosa kata sunda yang digunakan sama Adith. Sayangnya beberapa kata ngga ada catatan kaki untuk artinya, meskipun kata tersebut mungkin sudah banyak yang tau, tapi kalau beneran ngga tau kan kasian karena ngga ngerti juga artinya. Tapi sebagai orang sunda, saya bangga, soalnya kebanyakan buku yang saya baca bahasa yang dipake itu bahasa jawa tengah :D

Kedua, buku ini cocok untuk para Ayah & calon ayah masa kini yang akan mendidik anaknya dimasa nanti. Saya sebagai Ibu akan sangat senang kalau banyak pemuda yang dapat didikan dari buku ini, karena disini si penulis sangat menekankan pentingnya peranan istri dalam rumah & pentingnya membahagiakan istri dan tidak menyulitkan calon istri. 

Quote favorit saya: 
"Suami yg baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat!" - Nah Abah & para suami or calon suami camkan kata2 ini ya!!

Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling mengisi kelemahan.”

Karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain.”

Find someone complementary, not supplementary.”

Penting ini buat saya kasih tau ke Raya, carilah suami seperti anak2nya Pak Gunawan (si Bapak yang jadi tokoh di buku ini), dan semoga para orang tua yang baca buku ini mendidik anaknya cowonya dengan baik, jadi pas udah gede nanti Raya bisa dapetin calon2 yang keren! #eeeeeaaaaaa #mamihparno #thinkahead

Ketiga, buku ini cocok untuk para pencari jodoh (terutama jomblowan alias cowo) hahahaha. Beberapa kata-kata dibuku ini bisa dijadiin bahan speak-speak surga  buat cewe yang bikin klepek-klepek diantaranya: 

"Terima saya, jika kamu lihat bahwa saya adalah perhiasan dunia dan akhirat yang baik untuk kamu. Karena?… Kamu adalah perhiasan dunia dan akhirat untuk saya"

Kata-kata diatas menurut saya cukup dahsyat hihihihi, man, hari gini ada yang bilang perempuan adalah perhiasan dunia & akhirat buat dia? Saya sebagai Ibu langsung nyari orangnya, mo dijodohin sama sodara saya yang jomblo hahaha. 

Keempat, setelah membaca buku ini, saya sebagai istri pengen punya suami anaknya Pak Gunawan huakakakak #eh. Becanda ding, maksud saya, buku ini sangat bagus buat para suami untuk belajar menghargai istrinya. 

Quote favorit: 
"Suami yg baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat!" - Teteup!!

"I have a sexy wife. She deserve a sexy husband"

"Bagi bapak, yang penting itu bapak menjadi perhiasan yang menyenangkan ibu. Bagi ibu, yang penting itu ibu menjadi perhiasan yang menyenangkan bapak"

Dibuku ini penulis menceritakan bahwa gaji seorang suami adalah hak istri, dan istri wajib diberitahu berapa penghasilan si suami, terlepas setelah itu suami memberitahu bahwa akan memberikan pada istri berapa persen, dan berapa persen lagi buat hal lain, tapi suami tidak boleh menyembunyikan penghasilannya dari istri. - Catet!

Juga masalah poligami dan selingkuh. Pelajaran dari buku ini, tidak ada alasan untuk poligami dan selingkuh karena istri sudah terlihat menarik, kutipan dari buku: 
"suami-suaminyang memerlakukan istri mereka seperti barang, adalah suami yang zolim" - Catet!

Jadi para suami, hargailah istri kalau udah cape-cape belanja baju, make-up, olahraga, diet demi menyenangkan hatimu, berilah uang jajan lebih untuknya, karena semua yang istri lakukan adalah demi kepuasan suami semata :D #ngarepdikasihjajanlebih 

Dan jangan mengecilkan hati istri kalau badannya berubah karena melahirkan, mending kasih duit buat sedot lemak atau bayar personal trainer biar badan istri langsing lagi. Kalau cuman ngejek doang tapi ngga ada solusi mah suami diplester aja deh mulutnya #eh XD

Kelima, buku sebanyak 277 halaman ini lumayan ringan untuk dibaca waktu senggang, malah cepet abis menurut saya. Jadi bisa buat "me-time" dikala Raya bobo atau saat lagi bosen nonton tv. 

Overall, ngga pernah rugi untuk beli buku, terutama buku ini. :) 

Early childhood brain washing - Pendoktrinisasian dini pada Raya agar menerapkan hal-hal dibuku ini untuk memilih calon suami hahahah XD

Btw: jangan lupa ikutan GA perdana saya ya!! XD Kasian hadiahnya kalau ngga ada yang ikutan hahaha sok atuh diikutin disini: mykidneybean-1st-giveaway

2 comments:

  1. mamih.. aku juga suka buku ini.. semoga bisa mengajarkan daniel untuk jadi gentleman..
    pas baca ini emang lgs pengen nyodorin buku ke toma hahaha..

    untuk para jomblo emang bagus sih supaya punya ekspektasi nanti suami ideal kaya gimana, tp ya kdg spt yang quote diatas "Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid", jadi kalau kitanya gak solid, jangan expect juga dapat pasangan yang kuat.. kita mesti mengubah diri juga ga sih, ntar kesian pria idealnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya Bon, emang kalau kita expect pasangan yang bagus, kita pun harus membaguskan diri... semoga kita bisa mendidik anak2 dgn baik jadi mereka bisa dapetin pasangan yang baik juga ya Bon :)

      Delete